Terlalu lama aku berteman dengan "iblis".
Kadang pula mata ku pejam,
Dia memeluk hangat dibelakangku
Susah sungguh aku meninggalkannya,
Sempat ku lakukan
Dia berubah menjadi wanita cantik, muda, menangis dikakiku.
Adhi radhitia permana
adhiradhitiapermana.blogspot.com Hanya tulisan
Friday, 22 July 2016
Bungaku
Coba dengarlah dan renungkan sejenak, dalam batas anganmu melebihi mimpi-mimpi yang pernah kau rangkai. Biar ku jelaskan padamu apa yang sedang terjadi antara aku terhadap dirimu.
Dan cobalah kau resapi dalam kesederhanaan pikiranmu. Wahai bungaku....
Dengarlah ucapanku yang tak berpendidikan ini. Aku hanya ingin kau sedikit berbagi kisah lagu lalumu, tentu dengan senyuman ketika berbicara. Kau yang aku kenal disaat bunga-bunga kesepian dari sang lebah. Disaat itulah aku berjabat tangan dengan cinta.
Coba dengarlah dan renungkan sejenak, dalam khayalan yang tak terbatas ujungnya. Wahai bungaku, ku mengagumimu melebihi setan-setan mengagumi kejahatan, melebihi malam mengagumi datangnya bintang, melebihi segalanya yang tak sempat kau pikirkan. Dikau indah, elok seperti pujian-pujian kepada sang penyair terhadap kesendiriannya, ku tak berdaya untuk ber-munafik tentang perasaan ini kepadamu.
Coba dengarlah dan renungkan sejenak. Inginnya kau menjadi bungaku
Dan cobalah kau resapi dalam kesederhanaan pikiranmu. Wahai bungaku....
Dengarlah ucapanku yang tak berpendidikan ini. Aku hanya ingin kau sedikit berbagi kisah lagu lalumu, tentu dengan senyuman ketika berbicara. Kau yang aku kenal disaat bunga-bunga kesepian dari sang lebah. Disaat itulah aku berjabat tangan dengan cinta.
Coba dengarlah dan renungkan sejenak, dalam khayalan yang tak terbatas ujungnya. Wahai bungaku, ku mengagumimu melebihi setan-setan mengagumi kejahatan, melebihi malam mengagumi datangnya bintang, melebihi segalanya yang tak sempat kau pikirkan. Dikau indah, elok seperti pujian-pujian kepada sang penyair terhadap kesendiriannya, ku tak berdaya untuk ber-munafik tentang perasaan ini kepadamu.
Coba dengarlah dan renungkan sejenak. Inginnya kau menjadi bungaku
Monday, 18 July 2016
yan-yan
Senyummu
Kikis tebalnya malam hitam
Candamu
Membuat marah si sepi
Keramahanmu
Buat malu tuan sombong
Dan semua yang ada dalam dirimu
Bikin iri tujuh bidadari.
Kikis tebalnya malam hitam
Candamu
Membuat marah si sepi
Keramahanmu
Buat malu tuan sombong
Dan semua yang ada dalam dirimu
Bikin iri tujuh bidadari.
lelah
Lepas lelah diawal isya
Sang istri bermimpi
Anak-anak bermain didalam mimpi
Rokok kembali jadi lentera buku
Penapun kembali berdansa
Menulis irama lagu nina bobo
Di awal isya
Kutulis cita-cita hari ini
Yaitu tidur
Sang istri bermimpi
Anak-anak bermain didalam mimpi
Rokok kembali jadi lentera buku
Penapun kembali berdansa
Menulis irama lagu nina bobo
Di awal isya
Kutulis cita-cita hari ini
Yaitu tidur
Tidurlah
Tidurlah
Rebahkan segala yang kau anggap duka
Tenanglah
Aku disisimu
Dalam selaput malam menjagamu.
Rebahkan segala yang kau anggap duka
Tenanglah
Aku disisimu
Dalam selaput malam menjagamu.
Mimpi
Aku tak punya apa-apa
Hanya dosa ku bawa kemana-mana
Badan tinggal tulang
Mirip fosil triplek jati
Aku tak bisa apa-apa
Hanya kentut andalanku
Telanjang bulat, telanjang dada
Dadamu bulat, ku raba-raba
Ku bangun, eh ternyata mimpi
Tetap saja gila seperti ini.
Hanya dosa ku bawa kemana-mana
Badan tinggal tulang
Mirip fosil triplek jati
Aku tak bisa apa-apa
Hanya kentut andalanku
Telanjang bulat, telanjang dada
Dadamu bulat, ku raba-raba
Ku bangun, eh ternyata mimpi
Tetap saja gila seperti ini.
Tenanglah
Kasihan saudaraku
Makan waktu sia-sia
Semangatnya hampir luntur
Dibawa arus entah kemana
Adakah adil?
Bagi yang menimbang suka dan duka
Usah gusar saudaraku
Akhir pasti kau bahagia.
Makan waktu sia-sia
Semangatnya hampir luntur
Dibawa arus entah kemana
Adakah adil?
Bagi yang menimbang suka dan duka
Usah gusar saudaraku
Akhir pasti kau bahagia.
Subscribe to:
Posts (Atom)