Friday, 22 July 2016

Bungaku

Coba dengarlah dan renungkan sejenak, dalam batas anganmu melebihi mimpi-mimpi yang pernah kau rangkai. Biar ku jelaskan padamu apa yang sedang terjadi antara aku terhadap dirimu.
Dan cobalah kau resapi dalam kesederhanaan pikiranmu. Wahai bungaku....
Dengarlah ucapanku yang tak berpendidikan ini. Aku hanya ingin kau sedikit berbagi kisah lagu lalumu, tentu dengan senyuman ketika berbicara. Kau yang aku kenal disaat bunga-bunga kesepian dari sang lebah. Disaat itulah aku berjabat tangan dengan cinta.

Coba dengarlah dan renungkan sejenak, dalam khayalan yang tak terbatas ujungnya. Wahai bungaku, ku mengagumimu melebihi setan-setan mengagumi kejahatan, melebihi malam mengagumi datangnya bintang, melebihi segalanya yang tak sempat kau pikirkan. Dikau indah, elok seperti pujian-pujian kepada sang penyair terhadap kesendiriannya, ku tak berdaya untuk ber-munafik tentang perasaan ini kepadamu.

Coba dengarlah dan renungkan sejenak. Inginnya kau menjadi bungaku

No comments:

Post a Comment